Saturday, July 18, 2020

Viral Politikus Brasil Pamer Aksi Cium Celana Dalam Perempuan


Sao Paolo - Seorang politikus anggota Partai Sosial Kristen Brasil bernama Ditinho do Asilo menuai masalah usai memamerkan aksi cium celana dalam perempuan. Aksi ngawur ini terjadi saat pertemuan online Dewan Kota Braganca Paulista, negara bagian Sao Paolo.

Seperti dilansir kantor agensi berita Rusia, Sputnik, Senin (29/6/2020) dalam video pertemuan tersebut, yang viral di media sosial, politisi itu terlihat mengeluarkan sepasang celana dalam wanita berwarna merah dan, setelah memeriksanya dengan seksama dia kemudian mulai mengendusnya.

Menurut laporan surat kabar Irish Sun, do Asilo berusaha menjelaskan perilakunya dengan mengatakan bahwa barang yang dimaksud itu dapat dimakan, dan bahwa ia menerimanya melalui kiriman. Dia menambahkan bahwa ia tidak mengetahui fakta bahwa kameranya aktif pada saat itu.

"Itu adalah kemalangan saya yang kurang berlatih dengan teknologi ini. Saya mengenakan kemeja merah muda dan, sebagai lelucon, seorang teman mengirimi saya celana dalam ini," katanya.

Agar Celana Dalam Tak Bikin Iritasi, Catat Saran Dokter Kulit


Jakarta - Memilih celana dalam tidak cukup hanya mempertimbangkan kenyamanan. Jenis bahan yang tepat juga menghindarkan pemakainya dari risiko iritasi di bagian sensitif.
Dokter kulit dari DNI Skin Care, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menyarankan untuk memilih celana dalam sesuai aktivitas yang dilakukan. Pada prinsipnya, pilih celana dalam yang memudahkan dalam bergerak sehingga terasa lebih nyaman.

"Hindari juga penggunaan celana dalam yang terlalu ketat," pesan dr Darma, demikian sapaannya, saat dihubungi detikcom.

Soal bahan, dr Darma menyarankan jenis kain yang menyerap keringat. Bahan sintetis seperti lycra dan nilon kurang dianjurkan karena tidak breathable sehingga membuat kulit rentan iritasi.

Menurut dr Darma, bahan katun paling ideal untuk celana dalam.

"Berbahan katun, karena baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Bisa mengurangi risiko terjadinya ruam di kulit dan infeksi jamur," sarannya.

Peneliti Khawatirkan Dua Mutasi Virus Corona Bisa Menginfeksi Sekaligus


Sebuah studi menunjukkan seseorang dikhawatirkan bisa terinfeksi dua mutasi virus Corona dalam satu waktu. Hal ini bisa meningkatkan risiko kematian akibat COVID-19.
Peneliti dari University of California Berkeley Public Health (UC Berkeley) menyebut variasi patogen yang beredar di Eropa dan Amerika Serikat dapat menyebabkan 'infeksi serial' pada beberapa orang. Infeksi ini dikhawatirkan dapat membingungkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa memicu reaksi berlebihan.
"Jika satu strain masih sangat lazim, situasinya tetap harus dipantau dengan ketat terutama pada mereka dengan kondisi parah dan jarak sosial harus dipertahankan untuk memastikan strain kedua tidak masuk ke dalam tubuh," tutur Lee Riley, profesor penyakit menular UC Berkeley dan penulis utama studi ini dikutip dari South China Morning Post.
Studi sebelumnya menemukan bahwa jenis mutasi SARS-CoV-2 yang banyak menyebar di masyarakat disebut D614G. Mutasi ini dapat meningkatkan stabilitas fisik protein lonjakannya dan membuatnya lebih menular.
Awalnya, mutasi ini jarang ditemukan di China, wilayah tempat pertama kali virus Corona diduga menyebar. Namun di awal bulan ini, lebih dari 70 persen sampel dalam basis data global memiliki strain ini.
Strain D614G diketahui berevolusi menjadi dua sub kelompok utama yakni strain pertama dengan satu mutasi tambahan (C14408T) dan strain lainnya dengan dua mutasi tambahan (C14408T dan G2556T).
Strain kelompok pertama saat ini lebih dominan di Eropa sedangkan kelompok kedua sering dijumpai di Amerika Serikat. Pada awalnya, para peneliti mencurigai variasi ini dapat menimbulkan ancaman yang berbeda bagi orang-orang, tetapi teorinya tidak didukung oleh data.
Namun mereka justru melihat saat kedua strain menginfeksi secara bersamaan, ada kecenderungan kasus kematian memuncak dalam beberapa minggu meski sudah disesuaikan dengan faktor kematian lain.
"Temuan ini meningkatkan kemungkinan bahwa orang yang tinggal di wilayah dengan prevalensi tinggi dari strain yang ada, (mereka) dapat terinfeksi secara stimultan dengan setiap varian," jelas peneliti.
Sebelumnya sebuah studi yang dilakukan di Universitas Zheijang, China, juga menyebut bahwa seseorang dapat terinfeksi beberapa jenis mutasi virus Corona dengan kemampuan replikasi yang berbeda.
Hingga kini, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan dan mengkonfirmasi kedua penelitian tersebut.

Wednesday, July 3, 2019

Senator Pertanyakan Keberadaan Senjata AS di Markas Pemberontak Libya



WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS), Robert Menendez, seorang anggota Komite Hubungan Luar Negeri mempertanyakan eksistensi senjata AS di markas pemberontak Libya. Menendez menyerukan adanya penyelidikan lengkap atas urusan ini.

Empat rudal Javelin ditemukan berada di suatu pangkalan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Haftar Khalifa, di antara kubu pemberontak Libya.

Javelin ialah rudal anti-tank Amerika Serikat. Senjata ini kesatu kali ditemukan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya di pangkalan pemberontak yang direbut. GNA ialah pemerintah Libya yang dinyatakan secara internasional dan berbasis di Tripoli.


Temuan tersebut dipublikasikan The New York Times pada hari Jumat. Tanda-tanda mengindikasikan bahwa rudal tersebut kesatu kali dipasarkan Amerika Serikat untuk Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam suatu surat untuk Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, Menendez mendengungkan keprihatinan mendalam atas laporan itu dan mengatakan andai UEA mentransfer senjata tersebut, tersebut akan menjadi "pelanggaran serius" dari Hukum AS.

"Transfer semacam tersebut juga nyaris pasti adalahpelanggaran embargo senjata PBB terhadap Libya. Saya memahami bahwa Departemen Luar Negeri barangkali telah mengawali penyelidikan; andai tidak, saya menuntut penyelidikan sarat segera dilakukan," kata Menendez dalam suratnya, seperti dikutip Anadolu Agency

"Anda pasti sadar bahwa andai tuduhan ini terbukti benar, kita mungkin diharuskan oleh hukum guna menghentikan seluruh penjualan senjata ke UEA," ungkapnya

Suriah Siap Respon Keras Serangan Israel



DAMASKUS - Suriah menegaskan siap menjawab serangan udara mematikan Israel baru-baru ini. Serangan balasan bakal berskala dua kali lebih keras. Akhir pekan lalu, Israel melancarkan serangan di sejumlah titik di Suriah, menewaskan minimal 15 orang.

"Suriah tidak jarang kali siap untuk menjawab dua kali lebih keras (terhadap serangan Israel)," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad dalam suatu pernyataan, seperti dikutip Sputnik pada Rabu (3/7).

Mekdad lantas mengatakan, serangan yang dilancarkan Israel tidak lain ialah untuk mengayomi "alat" mereka di Suriah, yaitu kelompok-kelompok teroris.


Dia menekankan bahwa ketika ini kawasan tersebut membutuhkan lingkungan yang tenang, bukan eskalasi. "Dunia, Dewan Keamanan PBB dan PBB sendiri perlu mengetahui bahaya dari pertumbuhan seperti itu, sebab Suriah tidak bakal diam mengenai haknya (untuk membalas)," ucapnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Suriah menyinggung serangan yang dilancarkan Israel ialah terorisme negara.

"Pihak berwenang Israel semakin mempraktikkan terorisme negara. Agresi keji teranyar Israel masuk dalam kerangka upaya berkelanjutan Israel guna memperpanjang krisis di Suriah," kata Kementerian Luar Negeri Suriah.

Jalur Kereta Transit Terpadat Didominasi Amerika Latin



NEW YORK - Jalur kereta bawah tanah di Buenos Aires, Argentina, dan Sao Paulo, Brasil, ternyata menjadi sangat padat di dunia. Jalur tersebut dapat mengalahkan jalur kereta di New York dan Tokyo yang dikenal memiliki kemudahan mewah serta teknologi canggih. Itu tidak lepas sebab kereta bawah tanah menjadi penyelesaian transportasi guna mengurai kemacetan dan sudah menjadi kesayangan di tidak sedikit negara.

Namun, jalur kereta bawah tanah tertentu dan strategis umumnya paling sibuk serta padat pada jam berangkat kerja dan kembali kerja. Kepadatan di kereta bawah tanah pada jam sibuk juga tak dapat terhindarkan. Itu menjadi dilema untuk para pemakai kereta yang mengejar waktu guna datang tepat masa-masa di kantor. Namun, kepadatan di stasiun pada jalur kereta tertentu kini dapat dipantau dengan teknologi.

Salah satunya ialah Google Maps yang menjadi software untuk memahami kepadatan pada jalur kereta tertentu. Itu bertujuan supaya pemakai kereta dapat mengetahui tingkat kepadatan dan menyiasati jadwal embarkasi yang tepat. Aplikasi tersebut juga dapat memprediksi kepadatan di jalur transit tersebut.Fitur teranyar itu dapat mengecek kondisi stasiun transit di lebih dari 200 kota di semua dunia.

Raja Maha Vajiralongkorn, Bersepeda hingga Swiss


 Raja Vajiralongkorn tampak bersepeda mengenakan tank top crop top di Swiss. Dia mengindikasikan perutnya ketika bersepeda bareng istrinya, Ratu Suthida, dan regu besar di luar suatu hotel dekat Lucerne. 

Hal ini tampak dari foto-foto yang beredar, yang diketahui dipungut dari dekat hotel. Dikutip Daily Mail, seraya mengenakan legging hitam, helm, dan atasan ungu ketat, Raja Thailand ini terkesan merasakan olahraga sepedanya. Sementara itu, Polisi Swiss menuliskan mereka tidak mengetahui andai itu ialah tamu kerajaan.Sebelumnya, menurut keterangan dari The Guardian, dia sempat “menutup” jalanan di Bangkok saat mengemudikan spandex kuning guna acara bersepeda sepanjang 39 kilometer. Raja Vajiralongkorn yang pun disebut Raja Rama X ini memang diketahui sangat menyenangi olahraga. Dia sempat dijuluki sebagai “Pangeran Sepak Bola” sebab kesukaannya terhadap olahraga ini.


Dia bermain sebagai penyerang dan lantas menjadi bek tengah di Sekolah Chitralada, sekolah Milfield di Inggris, dan Royal Military College, Duntroon, di Australia. Dia pun diketahui belajar menunggang kuda saat berusia selama 11 tahun.Saat belajar di Thailand dan di luar negeri, dia bermain sejumlah olahraga dengan teman-teman, tergolong sepak bola, rugby, dan mendayung. Vajiralongkorn pun pernah mengekor lomba berlayar dengan Raja Bhumibol dan saudarinya, Putri Ubolratana, saat mereka bermukim di Istana Klai Kangwon di Hua Hin