Thursday, June 27, 2019

Demonstran Desak Para Pemimpin G20 Bantu Bebaskan Hong Kong

Lebih dari seribu demonstran berunjuk rasa ke sebanyak konsulat asing di Hong Kong kemarin. Mereka mendesak semua pemimpin yang muncul dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 menyokong penghapusan sepenuhnya rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi China. Sambil membawa spanduk bertulis “Tolong Bebaskan Hong Kong” dalam sekian banyak  bahasa, tergolong Rusia dan Jerman, semua demonstran yang menggunakan masker berpawai ke konsulat sekian banyak  negara anggota G20 yang bakal bertemu di Jepang akhir pekan ini.

Jutaan orang di Hong Kong telah melangsungkan unjuk rasa dalam sejumlah pekan terakhir untuk membangkang RUU ekstradisi yang dapat menciptakan seseorang, tergolong warga asing diekstradisi ke China daratan guna menjalani pengadilan yang dikontrol Partai Komunis. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berupaya meredakan kemarahan demonstran sekitar unjuk rasa terjelek dalam puluhan tahun di kota itu.

Namun, Lam tak mengabulkan tekanan demonstran guna menghapus RUU tersebut sepenuhnya. Dia melulu akan menunda pengabsahan RUU tersebut sampai masa-masa yang tak ditentukan. “Selama pemerintah tidak unik RUU tersebut dan mereka menampik merespons, maka kami bakal terus berjuang,” kata Aslee Tam, 19, mahasiswa yang bergabung dalam pawai itu, dikutip Reuters. Dia menambahkan, “Kami hendak membuat suara sekitar pertemuan G20 supaya negara-negara lain membicarakan isu di Hong Kong.”

Hong Kong dibalikkan ke China pada 1997 dan semenjak saat tersebut menerapkan kepandaian satu negara dua sistem sehingga kemerdekaan dinikmati di kota itu. Namun, tidak sedikit pihak mendakwa China menambah campur tangan dalam sejumlah tahun terakhir, merintangi reformasi demokratis, mencampuri pemilu, dan mendalangi hilangnya lima penjual kitab di Hong Kong yang eksklusif menjual kitab yang mengkritik pemimpin China.

Di konsulat AS, demonstran memberikan petisi meminta Presiden AS Donald Trump menyokong Hong Kong dalam KTT G20. Mereka menyeru Trump dalam perundingan dengan Presiden China Xi Jinping untuk menyokong pencabutan RUU ekstradisi tersebut dan mendorong investigasi independen atas perbuatan kepolisian Hong Kong terhadap semua demonstran.

Demonstran yang mengenakan kaus “Bebaskan Hong Kong” pun berpawai ke konsulat Inggris. Seorang pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Hong Kong dari kolonisasi China”. Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt menyatakan di parlemen bahwa London akan tidak mengizinkan penjualan gas air mata ke Hong Kong dan menyerukan investigasi independen dalam kekerasan teranyar di kota itu.

Pernyataan tersebut disambut sejumlah anggota parlemen. Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Geng Shuang mendesak Inggris tidak intervensi dalam masalah domestik China. “Inggris mengulangi menciptakan pernyataan tak bertanggung jawab dan intervensi berhubungan Hong Kong. China mengaku ketidakpuasan dan membangkang ini,” ujar dia.

0 comments:

Post a Comment