Thursday, June 27, 2019

Kerabat Korban Pesawat MH17: Putin yang Bertanggung Jawab!




AMSTERDAM - Kerabat di antara dari 298 korban tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 menyalahkan Presiden Vladimir Putin sesudah tiga penduduk Rusia ditetapkan sebagai terduga penembakan pesawat tersebut. Kerabat korban kesal dengan sikap pemerintah Rusia yang merespons penetapan semua tersangka tersebut dengan marah.

Di samping tiga penduduk Rusia, tim penyelidikan global pun menetapkan satu penduduk Ukraina sebagai tersangka. Keempatnya bakal menghadapi tuduhan pengadilan.

Tiga terduga asal Rusia ialah Igor Girkin; mantan kolonel dengan Biro Keamanan Federal (FSB) negara itu; Sergey Dubinskiy, mantan perwira badan intelijen militer (GRU) Rusia; dan Oleg Pulatov, seorang mantan prajurit spetsnaz atau pasukan eksklusif GRU.


Tersangka keempat ialah Leonid Kharchenko asal Ukraina. Dia ialah seorang mantan komandan unit tempur di kota Donetsk, di Ukraina timur. Keempatnya bakal didakwa dengan dakwaan pembunuhan atas tragedi 17 Juli 2014 yang menewaskan 298 orang.

Silene Fredriksz-Hoogzand, yang putra dan menantunya terbunuh dalam penerbangan MH17, menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas tragedi yang menghancurkan itu.

"Dia menciptakan ini mungkin," kata wanita yang kehilangan putranya; Bryce, dan menantunya; Daisy Oehlers. "Dia (Putin) membuat situasi ini. Dia ialah orang utama yang bertanggung jawab!"

Mereka yang terbunuh tergolong 38 penduduk negara dan warga Australia, 193 penduduk Belanda, 43 penduduk Malaysia, 12 penduduk Indonesia, 10 penduduk Inggris dan satu penduduk Selandia Baru.

Fredriksz-Hoogzand menyatakan lega bahwa dia akhirnya menyaksikan keadilan guna putranya, lima tahun sesudah jatuhnya pesawat tipe Boeing 777 itu.

"Saya senang bahwa persidangan kesudahannya akan dibuka dan bahwa nama-nama sudah diumumkan," katanya, mengacu pada nama semua tersangka. "Ini awal. Saya puas."

Sementara itu, Moskow mengecam tim penyelidikan global yang dirasakan membuat dakwaan tidak berdasar. Moskow, yang tak dilibatkan dalam investigasi, tak terima tiga warganya dijadikan terduga dalam penembakan rudal terhadap pesawat Malaysia Airlines tahun 2014 di atas distrik Ukraina unsur timur yang dikuasai pemberontak.

"Sekali lagi, dakwaan yang sama sekali tidak berdasar dilaksanakan terhadap pihak Rusia, yang bertujuan mendiskreditkan Rusia di mata masyarakat internasional," kata kementerian luar negeri setempat dalam sebuah pengakuan di website webnya.

Moskow menegaskan telah siap guna memberikan pertolongan menyeluruh guna investigasi sejak hari kesatu, namun diabaikan.

"Rusia tidak memiliki peluang untuk memungut bagian di dalamnya meskipun telah mengindikasikan inisiatifnya dari hari-hari kesatu tragedi ini," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, untuk wartawan.

Rusia sudah lama menyangkal semua keterlibatan dalam penembakan pesawat MH17.

Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda, telah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk para tersangka sekitar konferensi pers di Belanda hari Rabu. JIT menuliskan bahwa mereka akan menyelenggarakan persidangan pada bulan Maret dengan atau tanpa semua tersangka.

Para tersangka bisa jadi akan diadili secara in absentia, sebab Rusia maupun Ukraina dijamin tidak bakal mengekstradisi warganya.

Kepala jaksa penuntut Belanda Fred Westerbeke menuliskan pemerintah Rusia sudah gagal guna bekerja sama dengan menyembunyikan informasi mengenai transportasi rudal Buk Telar yang menembak jatuh MH17 di Ukraina timur.

"Mereka dapat memberi tahu kami apa yang terjadi," katanya. "Mereka tidak. Saya tidak bakal menyebut ini kerja sama."
ADVERTISEMENT



Wasterbke menyinggung sikap Rusia sebagai "tamparan di wajah" keluarga semua korban. "Kami kini mempunyai bukti bahwa Rusia tercebur dalam tragedi ini, durjana ini," katanya.

“Suatu hari sesudah 17 Juli (2014) mereka berada dalam posisi guna memberi tahu kami apa yang terjadi. Mereka tahu. Buk dipakai di Ukraina unsur timur dan mereka tahu ini. Mereka tidak memberi kami informasi ini."

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menuliskan dia menyambut baik pemberitahuan bahwa empat terduga akan dituntut sebab menyebabkan kemalangan dan membunuh mereka seluruh yang sedang di pesawat MH17.

"Ini ialah tonggak urgen dalam upaya mengungkap kebenaran sarat dan meyakinkan bahwa keadilan ditegakkan atas pembunuhan 298 orang dari 17 negara," katanya.

“Saya memiliki keyakinan penuh pada independensi dan profesionalisme penyelidikan dan sistem hukum Belanda. Sebagaimana Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa sudah memperjelas, seluruh negara mesti berkolaborasi dengan upaya untuk membina kebenaran, keadilan dan akuntabilitas," katanya,

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt meminta Rusia bekerjasama. "Federasi Rusia kini harus berkolaborasi sepenuhnya dengan penuntutan dan memberikan pertolongan yang diminta," ujarnya

0 comments:

Post a Comment