Thursday, June 27, 2019

Perusahaan Jerman Disebut Kirim Bahan Kimia Berbahaya ke Suriah





Berlin - Perusahaan-perusahaan Jerman tercebur dalam ekspor bahan kimia tingkat senjata ke Suriah saat perang berkecamuk di negara itu, kata laporan sejumlah media berbahasa Jerman
Hal tersebut diungkap oleh koran dan media Jerman Sddeutsche Zeitung dan Bayerischer Rundfunk, dan grup media Swiss Tamedia.

Berdasarkan keterangan dari laporan itu, penyalur bahan kimia Jerman Brenntag AG memasarkan antara beda isopropanol dan dietilamin ke Suriah tahun 2014 dengan memakai anak perusahaannya di Swiss. Penerima bahan kimia itu ialah perusahaan farmasi Suriah yang mempunyai hubungan dengan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Selanjutnya dilafalkan bahwa dietilamin diproduksi oleh raksasa produsen kimia Jerman BASF di suatu pabrik di kota Antwerpen, Belgia. Sedangkan isopropanol diciptakan oleh Sasol Solvents Germany GmbH yang bertempat di Hamburg.

Meski biasa dipakai untuk menciptakan obat-obatan farmasi, bahan-bahan tersebut juga dapat dipakai dalam buatan senjata kimia dan agen saraf laksana VX dan gas Sarin.

Berdasarkan keterangan dari PBB, gas Sarin yang diciptakan menggunakan isopropanol telah dipakai dalam serangan-serangan yang dilaksanakan oleh rezim Assad sekitar perang Suriah. PBB mengejar bahwa gas Sarin tersebut antara lain dipakai tahun 2017 dalam serangan di kota Khan Sheikhoun yang menewaskan puluhan orang.

Melanggar aturan Uni Eropa

Brenntag AG telah mengkonfirmasi bahwa ekspedisi bahan kimia ke Suriah dilaksanakan oleh anak perusahaannya di Swiss "sesuai dengan undang-undang yang berlaku pada ketika itu," tulis harian Sddeutsche Zeitung.

Menyusul banyaknya laporan tentang pemakaian senjata kimia oleh rezim Assad dalam perang saudara di Suriah, Uni Eropa menerapkan pembatasan ekspor pada bahan baku yang dapat digunakan untuk menciptakan senjata kimia. Sejak 2012 butuh izin k
husus guna ekspor dietilamin, dan semenjak 2013 guna isopropanol.

Aturan-aturan ini tidak melulu berlaku guna ekspor langsung ke Suriah, melainkan pun untuk penjualan tidak langsung melewati negara-negara ketiga laksana Swiss.

Kantor Federal guna Ekonomi dan Pengendalian Ekspor di Jerman, yang bertanggung jawab guna izin ekspor itu mengatakan, mereka tidak menerbitkan izin guna ekspor bahan-bahan kimia tersebut selama periode masa-masa yang bersangkutan.

Keterlibatan perusahaan Jerman dalam transaksi ekspor bahan kimia menjadi paling kontroversial tahun 2014, menilik persediaan senjata kimia Suriah telah dihancurkan dalam aksi terkoordinasi internasional pada tahun yang sama.

Kejaksaan Jerman dan Belgia mulai penyelidikan

Jaksa penuntut di kota Essen, Jerman, tempat perusahaan Brenntag AG, menuliskan mereka telah mengawali proses hukum dan sedang mengecek apakah bakal membuka investigasi formal. Jaksa penuntut di Belgia pun sedang memeriksa permasalahan ini.

Sebelumnya, tiga lembaga swadaya telah mengemukakan tuntutan pidana atas ekspor bahan kimia, yaitu kumpulan Syrian Archive yang berbasis di Berlin, Trial International yang berbasis di Swiss Trial dan Open Society Justice Initiative yang bermarkas di New York.

"Pihak berwenang mesti menginvestigasi secara luas untuk memperlihatkan apa yang terjadi dan siapa yang tahu apa pada ketika yang mana," kata James Goldston dari Open Society Justice Initiative untuk stasiun siaran Bayerischer Rundfunk. "Tujuan kami di sini ialah untuk meyakinkan bahwa kebenaran terungkap," tandasnya.

0 comments:

Post a Comment