Thursday, June 27, 2019

Pertama Kali, Jet Tempur Siluman F-35 Inggris Gempur ISIS di Irak




LONDON - Inggris mengklaim sisa-sisa militan ISIS di Irak dan Suriah menjadi target kesatu pesawat jet tempur siluman F-35 miliknya. Serangan seketika itu dilangsungkan 16 Juni dalam suatu uji coba.

Menteri Pertahanan Penny Mordaunt menuliskan pesawat F-35 Inggris yang menjalankan serangan kesatunya tersebut berbasis di Siprus. Menurutnya, total terdapat 13 sorti atau serangan mendadak. Namun, dia tidak merinci data korban dari serangan udara.

"F-35 ialah jet paling modern yang pernah dipunyai negara kami dan akan menyusun tulang punggung pertahanan udara Inggris selama sejumlah dekade mendatang," katanya, laksana dikutip Sputniknews


Langkah selanjutnya guna Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) ialah penempatan jet F-35B pada kapal induk HMS Queen Elizabeth pada tahun 2021, yang bakal menjadi pusat kekuatan pasukan pengiriman negara tersebut.

Inggris ketika ini mempunyai 24 jet tempur F-35B, varian F-35 yang sesuai untuk take-off pendek dan pendaratan vertikal.

Sekutu Amerika Serikat ini sepakat melakukan pembelian 138 unit jet tempur generasi kelima yang diproduksi Lockheed Martin tersebut. Sekitar sepertiga dari jumlah keseluruhan diduga akan dipasok ke negara tersebut pada tahun 2023.

Terlepas dari popularitasnya salah satu negara-negara NATO, F-35 diadukan terus menghadapi masalah-masalah tertentu meskipun sudah dikembangkan selama sejumlah dekade dengan perkiraan lebih dari USD1 triliun.


Berdasarkan keterangan dari dokumen yang didapatkan oleh Defense News, sejumlah pilot F-35 merasakan lonjakan desakan kabin yang menyebabkan pilot merasakan sakit telinga dan sinus. Jet tempur tersebut juga mengalami kehancuran struktural saat melesat dengan kecepatan melebihi Mach 1,2 dan mempunyai masalah pengoperasian di wilayah dengan suhu dingin.

Lockheed Martin berjanji jet tempur itu terus dikembangkan sekitar masa hidup tergolong menjadi jet tempur generasi keenam.LONDON - Inggris mengklaim sisa-sisa militan ISIS di Irak dan Suriah menjadi target kesatu pesawat jet tempur siluman F-35 miliknya. Serangan seketika itu dilangsungkan 16 Juni dalam suatu uji coba.

Menteri Pertahanan Penny Mordaunt menuliskan pesawat F-35 Inggris yang menjalankan serangan kesatunya tersebut berbasis di Siprus. Menurutnya, total terdapat 13 sorti atau serangan mendadak. Namun, dia tidak merinci data korban dari serangan udara.

"F-35 ialah jet paling modern yang pernah dipunyai negara kami dan akan menyusun tulang punggung pertahanan udara Inggris selama sejumlah dekade mendatang,"

Langkah selanjutnya guna Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) ialah penempatan jet F-35B pada kapal induk HMS Queen Elizabeth pada tahun 2021, yang bakal menjadi pusat kekuatan pasukan pengiriman negara tersebut.

Inggris ketika ini mempunyai 24 jet tempur F-35B, varian F-35 yang sesuai untuk take-off pendek dan pendaratan vertikal.

Sekutu Amerika Serikat ini sepakat melakukan pembelian 138 unit jet tempur generasi kelima yang diproduksi Lockheed Martin tersebut. Sekitar sepertiga dari jumlah keseluruhan diduga akan dipasok ke negara tersebut pada tahun 2023.

Terlepas dari popularitasnya salah satu negara-negara NATO, F-35 diadukan terus menghadapi masalah-masalah tertentu meskipun sudah dikembangkan selama sejumlah dekade dengan perkiraan lebih dari USD1 triliun.


Berdasarkan keterangan dari dokumen yang didapatkan oleh Defense News, sejumlah pilot F-35 merasakan lonjakan desakan kabin yang menyebabkan pilot merasakan sakit telinga dan sinus. Jet tempur tersebut juga mengalami kehancuran struktural saat melesat dengan kecepatan melebihi Mach 1,2 dan mempunyai masalah pengoperasian di wilayah dengan suhu dingin.

Lockheed Martin berjanji jet tempur itu terus dikembangkan sekitar masa hidup tergolong menjadi jet tempur generasi keenam.

0 comments:

Post a Comment