LONDON - Dalam suasana apa juga Irak tidak memperbolehkan Amerika Serikat (AS) memakai pangkalannya di Irak guna melancarkan serangan ke Iran. Hal tersebut ditegaskan Presiden Irak Barham Salih.
"Kami tidak hendak wilayah kami menjadi pos pementasan untuk masing-masing tindakan bermusuhan terhadap tetangga kami, tergolong Iran," kata Salih dalam suatu wawancara dengan CNN di London.
"Ini jelas bukan unsur dari perjanjian antara pemerintah Irak dan Amerika Serikat," imbuhnya laksana dikutip dari media yang berbasis di AS itu
Dalam wawancara itu, Presiden Irak Salih pun mempertanyakan kemanjuran sanksi untuk mengolah perilaku sebuah negara. Ia menuliskan ada "pertanyaan mendasar" mengenai apakah sanksi bisa mendorong sebuah negara untuk mengolah kebijakan.
"Kami di Irak menderita sanksi pada 1990-an, dan kerusakan yang menimpa masyarakat Irak benar-benar bertahan lama, bahkan sampai saat ini," ungkapnya.
Para pembuat kepandaian AS sudah berulang kali mendakwa Iran mengerjakan penyimpangan regional dalam sejumlah hari terakhir, laksana serangan misterius terhadap kapal-kapal di Teluk Oman, yang tidak sedikit pengamat katakan terdengar serupa jelang perang Irak pada tahun 2003.
Saat ditanya apakah Salih menyaksikan hubungannya, ia mengindikasikan bahwa pemimpin Irak saat tersebut Saddam Hussein ialah kasus menarik dalam sejarah.
"Tetapi paralelnya ialah sebagai berikut: Sangat gampang untuk mengawali perang, namun sangat, paling sulit untuk menyelesaikan perang," tukasnya.
Ketegangan antara AS dan Iran semakin tinggi. Setelah ditembak jatuhnya pesawat tak berawak Amerika pekan lalu. Trump tadinya memerintahkan guna menyerang Iran, namun diurungkan pada menit-menit akhir. Trump lantas memperingatkan bahwa serangan terhadap masing-masing kepentingan Amerikan akan mendatangi kekuatan besar dan luar biasa. Trump pun menjatuhkan sanksi baru untuk Iran yang menyasar untuk pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebanyak pejabat lainnya.
Menanggapi sanksi baru yang ditandatangani oleh Trump, Presiden Iran Hassan Rouhani menuliskan bahwa Gedung Putih "menderita cacat mental."
Thursday, June 27, 2019
Home »
» Presiden Irak Tidak Izinkan Wilayahnya Digunakan AS untuk Serang Iran






0 comments:
Post a Comment